Young Adult (2011); a dark cynical comedy about someone who trapped in a fantasy world


Sutradara: Jason Reitman

Aktor/aktris: Charlize Theron (Mavis Gary), Patrick Wilson (Buddy Slade), Patton Oswalt (Matt Freehauf)

Jason Reitman dan Diablo Cody. Mereka lah yang membuat saya tertarik untuk menonton film ini. Setelah sukses melawak di film Jennifer’s Body, Cody bersama dengan Reitman berduet membuat film komedy yang imut, Juno. Setelah Juno, Reitman sukses dengan Up in the air, film yang menurut saya sangat pintar dan entertaining (ada poin plus dari George Clooney tentunya). Oleh karenanya, saya berharap banyak dengan duet maut sutradara-penulis ini untuk kembali membuat lawakan pintar dan membuat hari saya menjadi lebih cerah.

Film Young Adult bercerita tentang Mavis Gary, seorang penulis buku bertema Young Adult, yang pulang kembali ke kotanya. Dia berencana untuk kembali mengambil hati mantan pacarnya ketika SMA yang sudah memiliki istri dan anak, Buddy Slade. Di kotanya Mavis kemudian bertemu dan meminta tolong Matt Freehauf, korban bully ketika mereka satu SMA, untuk membantunya merebut Buddy.

Cerita di film ini terang-terangan mengisahkan seorang dewasa yang terjebak di (atau tidak ingin lepas dari) fase kehidupan muda (remaja). Karakternya, Mavis, digambarkan sebagai seorang yang naif dan egois. Mavis yang dulunya populer di SMA masih ingin meraih kejayaannya, oleh karena itu ia berusaha merebut Buddy kembali. Pertemuannya dengan Matt pun membuat ia semakin lengket dengan kehidupannya dulu ketika SMA.

Tokoh utama yang antagonis jelas semakin memperlihatkan unsur dark comedy di film ini. Belum lagi film ini dibawa dengan sinis dan aura depresi. Tidak ada lawakan yang bisa membuat saya tertawa secara langsung juga ikut membuat saya depresi. Tapi melihat Mavis yang kembali ingin merasakan high-school drama cukup membuat saya tertawa miris, apalagi mengingat Mavis yang berprofesi sebagai penulis buku dengan tema remaja.

Menurut saya, film ini sangat well-scripted (sesuai ekspektasi dari seorang Diablo Cody). Karakter yang kuat membuat jalan cerita semakin meyakinkan. Ditambah beberapa monolog yang menarik dari karakter Mavis, salah satu poin yang saya suka di film ini. Jadi ketika tokoh utama biasanya jatuh lalu bangun dengan kata-kata positif, di film ini justru sebaliknya, tokoh utama bangun dengan kata-kata yang cenderung negatif. Menarik bukan? Belum lagi adanya Charlize Theron yang dapat membawa perannya dengan sangat baik.

“Love conquers all, haven’t you seen The Graduate?” – Mavis (kurang naive apa?)

Overall, menurut saya film ini terlalu depresi untuk duet sutradara-penulis yang selama ini membuat film yang walaupun agak dark tapi lawakannya masih bisa membuat hari cerah. Film ini sama sekali tidak membuat hari saya semakin cerah, malah sebaliknya. Tidak semua orang akan gampang tertarik menonton film ini, oleh karena itu rating IMDbnya agak jelek (tidak seperti Juno yang bisa menjual dengan Michael Cera atau unsur ‘indie’ nya). Tapi untuk orang yang suka dengan dark comedy atau tertarik dengan karakter yang kuat atau penasaran dengan duet Reitman-Cody (seperti saya), tontonlah film ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s