Departures (2008)

OKURIBITO a.k.a DEPARTURES (2008)

Drama. Genre favorit gue. Dan satu hal lagi yang membuat gue tertarik menonton film ini adalah Oscar. Yak benar, film ini memenangi Oscar dalam kategori Best Foreign Language Film. Tapi sayangnya, film ini susah dicari di toko-toko dvd manapun (atau mungkin mata gue yang selip). Dan setelah perjuangan lama mencari film ini, akhirnya jeng jeng jeng…

Film ini bercerita tentang Daigo (Masahiro Motoki), seorang pemain cello yang kehilangan pekerjaannya di orchestra. Demi menghidupi istrinya, apapun dia lakukan. Hal ini berujung pada pekerjaan barunya disebuah perusahaan pemakaman, dimana ia harus bekerja memandikan mayat dan mendandaninya. Walaupun bergaji besar, tapi pekerjaan itu dianggap sangat hina oleh teman-teman dan istrinya.

Inti ceritanya adalah life-changing atau titik balik kehidupan seseorang. Tidak ada yang special memang, tapi yang membuat film ini special adalah pengembangan ceritanya. Kenapa? Karena pengembangan dan logika ceritanya sangat detail dan logis. Pengembangan karakter di film ini juga diperlihatkan secara jelas. Kundo Koyama (scriptwriter) seakan mampu membuat penontonnya terhipnotis masuk kedalam cerita karangannya.

Film ini sangat menyentuh, semua detail di film ini sangat menyentuh. Tema yang diangkat begitu sensitive dan sehari-hari, tentang keluarga dan pekerjaan. Alur nya juga sangat halus dan indah. Keindahan alur ceritanya terasa dari tidak banyaknya dialog pada film ini. Biarpun begitu ceritanya tersirat dan sangat mudah dipahami. Banyak sekali pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari film ini. Dan seperti idealnya film drama, film ini juga mampu membuat mata berair.

Overall, Yojiro Takita berhasil sebagai sutradara, karena selain berhasil mengaurakan film ke penonton, ia juga berhasil mendapatkan Piala Oscar. Film ini juga masuk ke dalam Best Film 2009 nya Roger Ebert, satu-satunya film foreign language yang masuk ke listnya Om Ebert. Cukup tiga huruf buat film ini, W-O-W. Anyway, this movie is highly recommended, so Happy Watching!

My Personal Rate: 8.5/10

Changeling (2008)

Changeling.

2 hari yang lalu (22 Desember) adalah Hari Ibu. Setiap Hari Ibu kita selalu mengucapkan rasa cinta, yang diakhiri dengan kecupan sayang, kepada ibu kita masing-masing, walaupun mungkin hanya sekali dalam setahun. Berbicara soal ibu, tercetus ide untuk mengeluarkan review Changeling di blog ini. Changeling adalah film lumayan lama (2008), namun kehadirannya sangat tidak tersentuh. Film ini adalah film drama tentang ibu, yang diangkat dari kisah nyata.

Film ini bercerita tentang perjuangan Christine Collins (Angelina Jolie) yang kehilangan anaknya, Walter Collins (Gattlin Griffith), karena diculik. Christine sudah melakukan berbagai upaya untuk mencari anaknya, termasuk menghubungi polisi. Namun sayangnya, LAPD yang pada saat itu terkenal koruptor dan kejam, sama sekali tidak membantu. Mereka malah memberi ‘anak pengganti’ untuk Christine, karena kasus ini sudah menjadi bahan media. Tidak terima dengan sikap LAPD, Christine dibantu Briegleb (John Malkovich), seorang pendeta yang juga aktivis kemasyarakatan, untuk memperjuangkan haknya juga dalam mencari anaknya.

Film yang diangkat dari kisah nyata ini benar-benar membuka mata kita tentang ketidakadilan hukum yang ternyata sudah terjadi dari dulu (kalo jaman sekarang Prita yang lagi Hot). Dan seperti seharusnya film ‘based on true story’, scriptnya tanpa cela dan deskriptif. Walaupun film ini memakan waktu 2 jam, namun ceritanya yang penuh twist dan intrik mampu membuat penonton benar-benar fokus karena penasaran tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Banyak kejadian-kejadian yang tak dinyana dan tak diduga yang membuat cerita di film ini semakin dramatis.

Terlepas dari cerita, gue suka banget sama akting para cast di film yang bersetting tahun 1920an ini. Mereka mampu menyihir gue masuk ke dalam film sehingga kadang-kadang kesel sendiri kayak mbak-mbak lagi nonton sinetron. Soal ini ga ada yang bisa di komentari karena Clint Eastwood memang sutradara hebat, Angelina Jolie adalah aktris berbakat, dan John Malkovich adalah dewa. Oiya, menurut gue Jolie menunjukkan akting terbaiknya di film ini, ditambah gue salut karena dia keliatan kurus banget disini.

Overall, film ini memang pantas masuk ke jajaran IMDB TOP 250 (# 226). Film dengan tagline: “to find her son, she did what no one else dared” ini benar-benar menyadarkan kita tentang betapa cintanya seorang ibu kepada anaknya. Setelah menonton film ini dijamin kita bakal memikirkan tentang perjuangan apa aja yang pernah ibu kita lalui untuk kita, lalu tiba-tiba kita ingin memeluk ibu dan bilang “i love you, mom”. Anyway, Selamat Menonton dan Selamat Hari Ibu (maaf telat)!

My personal rate: 8.5/10