An Education (2009)

AN EDUCATION (2009)

Oscar nominee. Aktor yang bagus-bagus. Drama. Adalah 3 poin utama gue dalam memilih sebuah film sebagai teman di malam yang panjang. Poster film ini somehow menarik. Oke, itu yang keempat. An Education sendiri diadaptasi dari memoir (autobiografi)-nya Lynn Barber.  Lynn Barber sendiri adalah seorang jurnalis di The Sunday Times, UK.

Film ini bersetting tahun 1961, dan bercerita tentang Jane Mellor (Carey Muligan), seorang gadis yang berumur 17 tahun yang masih duduk di bangku SMA. Jane cantik, pintar, fasih berbahasa prancis, jago bermain cello, dan calon mahasiswa Oxford. Jane hampir perfect, dia memiliki hampir semua yang anak perempuan lain inginkan kecuali ayahnya. Ayahnya (Alfred Molina) kolot dan egois. Kehidupan Jane biasa-biasa saja dan cenderung terkurung karena sifat ayahnya itu.

Adalah David (Peter Sarsgaard), pria 30-tahunan yang mapan, baik, disegani dan charming, yang sanggup menjinakkan sifat ayah Jane sekaligus mampu memutarbalikkan roda kehidupan Jane. Sejak saat itu pula, jalan fikiran Jane pun mulai berubah, layaknya singa yang dilepas dari kandang. Dia membolos, nilai-nilainya menurun, dan tidak menghargai sekolah. Tapi ternyata David tidak sebaik yang dia kira, dan saat Jane mengetahui hal itu, semuanya sudah terlambat.

Ceritanya bagus banget. Walaupun terkesan simple dan klise di kehidupan sehari-hari, tapi yang membuat ini berbeda adalah settingnya. Pada tahun 60-an hal seperti ini jarang terjadi, jangan dibandingkan dengan jaman sekarang dimana anak sekolah terlalu gampang bosan dengan sekolahnya. Ini juga termasuk poin plus di film ini, dimana settingnya teraurakan dengan baik dan sesuai. Ditambah lagi lagu dan scoring film ini asik banget didenger, 60s abis. Sesuai dengan judulnya, “an education” penonton bisa mendapat banyak sekali pelajaran disini. Moral dan makna filmnya tersampaikan dengan jelas dan rapih. Dialog-dialog yang dibuat Nick Hornby (scriptwriter) di film ini pun cerdas dan menarik, sangat membantu Lone Scherfig, sebagai sutradaranya mampu membuat penonton ikut jatuh bangun dan merasakan konflik dan drama ada di dalam film ini.

Selain didukung dengan cerita yang bagus dan setting yang tepat, film ini juga didukung oleh kemampuan akting para pemainnya yang superb. Gue sangat memuji akting Alfred Molina, yang disini berperan sebagai ayah Jane. Peran Ayah yang kolot mampu dimainkannya dengan sangat baik. Satu lagi, standing ovation buat aktingnya Rosamund Pike, yang disini berperan sebagai Helen (teman David). Walaupun hanya sebagai supporting actress, tapi tanpa dia tidak mungkin ada lucu-lucunya film ini. Walaupun supporting actor/actress nya mantap-mantap, bukan berarti aktingnya Carrey Mulligan jelek. Hal ini ia buktikan dengan masuk nominasi Best Actress di Oscar, walaupun akhirnya kalah sama Sandra Bullock.

Overall, film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton, apalagi bersama keluarga. Karena pelajaran dan moral dalam film ini adalah yang seharusnya diterapkan oleh seluruh anggota keluarga. Oiya, satu lagi, gue suka banget dengan credit title di awal film ini, soalnya lagu dan animasinya simple tapi lucu dan menarik. Selamar Menonton,dan jangan lupa ajak keluarga anda menonton!

My personal Rate: 8.5/10

Advertisements

Doghouse (2009)

Doghouse (2009)

Begitu melihat posternya yang beraura darah gue berfikir ke arah negatif, slasher. Tapi kok ada gambar paha ceweknya? Jangan-jangan ini film soft porn slasher lagi? Hii.. Gue udah nyiapin mental sebelum menyetel DVD nya, takut-takut gak bisa makan.

Jadi, film ini bercerita tentang 6 pria yang melakukan trip ke pulau terpencil dalam rangka menghibur salah satu temannya yang akan bercerai. Tak disangka ternyata pulau itu terkena suatu virus yang membuat hampir seluruh penduduknya berubah menjadi zombie. Entah bagaimana, hanya wanita yang bisa terkena virus ini, sehingga seluruh wanita di pulau itu berubah menjadi zombie pemakan daging laki-laki. Mereka berenam yang terjebak di pulau itu harus melawan zombie-zombie agar bisa melarikan diri dari sana.

Wow. Inti ceritanya klise dan kacangan. Tapi yang membuat film ini tidak kacangan adalah zombie wanitanya. Brilian! Segar! Beda dari yang lain. Coba bayangkan kalo tidak ada zombie wanita, pasti ceritanya akan garing dan tidak seru. Jangan ditanya kenapa virus ini hanya menyerang wanita, karena ini film komedi. Kalian pasti bakal melupakan alasannya karena inti dari filmnya sendiri bukan kesitu.

Komedinya british banget. Entah kenapa, british filmmaker pasti punya selera humor yang berlebihan konyolnya. Ceritanya menarik dan kocak, twist di endingnya bagus. Efek filmnya bagus, sebagaimana layaknya film-film thriller/slasher lainnya, darah dan daging-dagingnya dibuat semirip mungkin. Bisa dibilang ini film komedi paling niat 2009.

Overall, film yang disutradarai Jake West ini benar-benar mengocok perut dari awal sampai akhir. Pesan yang disampaikan si filmmaker ke penontonnya juga dapet, yaitu: Jangan pernah ‘bermain-main’ dengan wanita. Anyway, film komedi ini cukup worth to watch, Selamat Menonton!

My personal rate: 7.5/10

The Boat That Rocked (2009)

The Boat That Rocked

Judulnya aneh. Posternya POP banget, sangat British, sangat 60’s. Dua hal ini aja udah membuat gue ingin nonton film ini, kayaknya absurd dan menarik kayak Amelie atau pulp fiction. Wow, ternyata penulis dan sutradaranya adalah Richard Curtis (Nothing Hill, Bridget Jones, Love Actually, dsb).. Tunggu sebentar, berarti ini film komedi romantis? Let’s see (sambil garuk-garuk dagu)..

Film ini bersetting tahun 60-an dimana pemerintahan Inggris masih kolot dan tidak mau masyarakatnya tercemari kehidupan rebel Rock and Roll. Quentin (Bill Nighy) adalah pemilik sebuah Pirate Radio Station (radio yang berani menyiarkan kehidupan rebel dan memutar musik Rock n Roll) bernama “Radio Rock” yang beroperasi di sebuah kapal di tengah laut utara Inggris. Film ini menceritakan tentang Radio Rock dan kehidupan para DJ dan kru-kru nya (Tom Surridge, Phillip Semour Hoffman, Nick Frost, dkk) selama di laut. Radio Rock yang siaran 24 jam penuh ini disukai oleh hampir semua kalangan namun dibenci pemerintahan. Menteri Komunikasi (Kenneth Branagh) dan tangan kanannya (Jack Davenport), berusaha menutup Radio Rock karena ke-rebel-annya itu..

Film buatan Richard Curtis ini memang bukan film romantic-comedy seperti biasanya, film ini lebih mengarah ke drama-comedy dengan sedikit sentuhan romantic (apa bedanya ya?). Yang jelas sih film berdurasi 2 jam ini benar-benar brilian, leluconnya pintar dan sangat menggelitik. Sayang sekali, untuk sebuah film komedi, film ini terasa begitu lama dikarenakan terlalu banyaknya subplot atau pengembangan cerita yang tidak penting dengan inti cerita, walaupun akhirnya tetep bagus-bagus aja.

Banyaknya subplot-subplot itu kalo diperhatikan lebih lanjut adalah pengembangan karakter dari kesekian banyak karakter di film ini, tapi disitulah komedinya, disitulah dramanya, dan disitulah romantiknya. Oleh karena itu, banyak sekali aktor hebat yang mendukung film ini. Lagu-lagu di film ini begitu nostalgik. Sebagai penggemar band 60-an seperti The Beatles dan The Beach Boys, saya mengagumi film ini. Kalo diperhatikan dari film-film sebelumnya, cerita per-karakter dan lagu-lagu 60an memang ciri khas Richard Curtis.

Overall, film yang dirilis tanggal 13 November 2009 (USA) ini benar-benar superb dan wajib ditonton. Oiya, pas nonton gue beberapa kali sempet meleng karena bosan, eh sialnya pas meleng ada beberapa dialog lucu yang ke-skip. Jadinya gue harus duduk 4 jam deh biar lebih ngerti jokes yang kelewat. Tapi berarti film ini sangat worth ditonton lebih dari sekali walaupun lama, leluconnya bahkan masih terdengar kocak. Pssst, kalo diperhatikan ada bloopers (ke-tidak-kontinuan script) di film ini. Clue-nya: dimanakah awak kapal saat akhir film? Hihihi. Anyway, Selamat Menonton!

My personal rate: 7.5/10