Julie & Julia (2009)

Julie & Julia

Film ini memang film lama, muncul sekitar pertengahan tahun 2009. Namun entah kenapa kurang terdengar. Ketika baca judulnya entah kenapa yang terinterpretasi di otak gue adalah sebuah cerita tentang kehidupan manusia yang kurang lebih sama, seperti film Claudia/Jasmine. Dan ketika gue melihat posternya, sama sekali nggak kebayang kalau film ini tentang masak-masakan.

Film ini bercerita tentang Julie Powell (Amy Adams), seorang blablabla yang mengidolakan Julia Child (Meryl Streep), seorang juru masak sekaligus penulis yang sangat hebat dan terkenal. Julie yang mulai bosan dengan kehidupan pekerjaannya mencoba mencari hal baru dengan menulis blog. Dibantu suaminya, Eric, Julie membuat blog yang berisi tantangan terhadap dirinya sendiri untuk mencoba memasak 500an resep Julia dalam 365 hari.

Film ini diangkat dari kisah nyata Julie Powell yang dituangkan dalam novel, Julie & Julia. Pada awalnya menonton film ini sangat menggiurkan (secara harfiah) karena makanan-makanan yang ada di film ini terlihat begitu enak dan yummy. Sampai di tengah film pun gue masih enjoy karena bisa merasakan suasana yang digambarkan di film ini. Tapi sayang sekali alur film ini sangat lambat, bahkan klimaksnya saja baru muncul di ¾ film, gimana nggak bosen.

Menurut gue sebenernya ceritanya bisa lebih dipadatkan lagi, melihat banyak sekali adegan waste yang kurang berkesinambungan dengan inti cerita. Entah takut mengurangi isi novel atau takut fans dari novelnya kecewa atau apapunlah itu, gue nggak peduli, yang jelas Nora Ephron sebagai sutradaranya, berhasil membuat pantat duduk selama 2 jam ini bener-bener berasa pegal. Belum lagi ending yang mengecewakan. Gue nggak tahu apakah di novelnya begitu, tapi sangat disayangkan padahal bisa aja dia membuat twist berbeda di akhir film.

Gue sangat memuji akting Maryl Streep di film ini. Dia adalah sumber kehidupan. Kalau gak ada dia, gue nggak tau pantat gue bakal seberapa pegel lagi. Terlepas dari pegel nggaknya, gue suka banget dengan feel yang gue dapet ketika nonton film ini, romance nya dapet, dramanya ngena, komedi nya apalagi, sangat brilian dan bagus. Oiya satu hal lagi, di film ini kita juga mendapatkan biografinya Julia Child. Jadi ya, terhibur plus dapet pengetahuan lah, jarang lho.

Overall, film ini benar-benar terbantu oleh kehadiran Maryl Streep. Wajar saja kalau dia menang The Best Comedy/ Musical Actrees di Golden Globe Award dengan film ini. Anyway, Bon Apetit! Ups, maksud gue Selamat Menonton!

My Personal Rate: 7.5/10

Advertisements

Cloudy with a chance of meatball (2009)

Cloudy with a chance of meatball.

Awalnya gue menaruh film ini dibawah ekspektasi, gue fikir ini cuma film animasi biasa atau mungkin sejelek G-Force (asal men-judge tanpa membaca sinopsis maupun review film ini sama sekali : negative thinking, bad girl bad). Lagipula apa itu arti dari “Cloudy with a chance of meatballs”? Seperti sebuah judul asal tentang bakso (meatball). Tapi setelah gue tau artinya adalah cuaca berawan dengan kemungkinan hujan bakso, timbul sedikit ketakjuban dan keinginan untuk menonton film ini. Terlebih lagi ini film animasi, apapun yang terjadi pasti menghibur.

Film ini bercerita tentang seorang penemu aneh yang selalu gagal, Flint Lockwood (suara Bill Hader), yang menemukan sebuah mesin yang dapat mengubah air menjadi makanan. Hal itu didasari karena kebosanannya dengan sarden, yang merupakan mata pencaharian sekaligus bahan makanan utama kota tempat tinggalnya. Suatu hari ia menyalakan mesin itu di tengah kota, lalu karena ‘kecelakaan’ mesin itu malah terbang ke langit lalu menghisap seluruh awan dan mengubahnya menjadi hujan makanan.

Sam Sparks (suara Anna Faris) adalah seorang reporter baru yang tadinya ditugaskan untuk meliput re-opening kota sarden. Namun, saking takjubnya dia dengan mesin hasil karya Flint ini, dia malah meliput Flint dan hujan makanannya. Hal ini dimanfaatkan oleh Mayor Shelbourne (suara Bruce Campbell) yang egois dan hanya memikirkan keuntungan yang didapat bila hujan makanan ini dijadikan objek pariwisata. Flint dengan mudahnya dimanfaatkan olah Sang Mayor untuk menjadikan hujan all you can eat. Sampai pada suatu ketika, mesin itu sudah mencapai titik bahaya yang menyebabkan makanan-makanan itu bermutasi dan berubah menjadi monster..

Setelah ditonton, ternyata film ini sangat sangat sangatlah bagus, sangat sangat sangatlah menghibur, dan sama sekali bertentangan dengan ekspektasi awal gue. Film ini berfokus ke hujan makanan yang terlihat sangat enak yang mampu membuat penontonnya takjub sekaligus iri dengan adanya hujan makanan ini. Karakter-karakter di film ini sungguh ‘kuat’ plus didukung dengan dialog-dialognya brilian dan lucu, membuat film ini semakin menarik dan membuat ketawa setiap detik. Tone warna di film ini pun sungguh indah, dapat membuat mata tidak berkedip.

Overall, tidak ada yang bisa dicela dari film berbasis buku anak-anak karangan Judi Barett ini. Namanya juga film animasi, semua bisa terjadi, tidak ada yang tidak logis dan semacamnya. Setelah menonton film ini pun, dijamin nafsu makan naik 2 sampai 3 kali lipat. Film ini termasuk dalam film wajib tonton untuk liburan, sebenarnya lebih wajib lagi untuk ditonton di biskop 3D. Anyway, selamat menonton!

My personal rate: 8.5/10